Masyarakat Baduy
JAKARTA - Siapakah yang bisa menafikan keragaman budaya Indonesia ? Kekhasan ribuan suku, adat, bahasa, ritual, busana dan komponen-komponen kebudayaan lainnya merupakan warna-warni yang turut meramaikan wajah Indonesia. Namanya juga warna, tentu memiliki karakter yang unik dan berbeda. Tapi, bukan Indonesia namanya apabila tidak mensyukuri perbedaan dan mengonversinya sebagai kekuatan dan kekayaan bangsa. Seperti yang telah kita pahami, masing-masing identitas kebudayaan memiliki kearifannya sendiri.
Tak sedikit suku di Indonesia yang tetap memegang teguh warisan kebijaksaan warisan para leluhurnya. Salah satunya adalah saudara-saudari kita dari Baduy yang tinggal di Gunung Kendeng, Banten. Keunikan pola isolasi dan ketaatan warganya terhadap adat istiadat adalah nilai lebih tersendiri yang patut kita hormati dan turut jaga.
Tetapi mempertahankan keutamaan adat sebuah entitas etnik bukanlah perkara yang mudah. Dewasa ini, modernisasi dan perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi pola hidup Baduy Luar. Kenyataan tersebut membuat fenomena ini menjadi menarik untuk diamati, betapa akar budaya menemukan tantangannya menghadapi perubahan arus zaman.
Dapatkah kearifan lokal terus eksis? Merefleksikan hal tersebut, maka diadakan “Gerakan Rayakan Perbedaan”. Diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta dalam bentuk eksibisi, pergelaran seni budaya dan diskusi bersama para akademisi, rangkaian acara ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi dan apresiasi kultural bagi masyarakat Indonesia. (ben)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar